

JAKARTA, iDoPress – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, konten hewan peliharaan kian menjadi hiburan yang dicari banyak orang.Tingkah jenaka kucing, anjing, hingga hewan eksotis tak hanya mengundang tawa, tetapi juga menghadirkan kenyamanan emosional bagi penonton. Bahkan, sebagian akun hewan peliharaan kini menjelma menjadi “selebritas” baru dengan ratusan ribu pengikut.Bagi sebagian orang, konten hewan peliharaan bukan sekadar tontonan selingan, melainkan kebutuhan emosional di tengah rutinitas yang melelahkan.Saras (27), salah seorang penonton setia konten hewan, mengaku hampir setiap hari menghabiskan waktunya untuk menyimak tingkah polah anak bulu atau anabul di media sosial. Ia biasanya menonton saat beristirahat atau sesaat sebelum tidur.“Di tengah banyak konten yang berat atau bikin capek pikiran, konten hewan itu kayak jadi selingan. Selain itu, kadang juga gemas sendiri lihat ekspresi atau kelakuannya. Karena kalau kucing saya enggak bisa dikontenin,” ujar Saras saat dihubungi, Rabu (22/4/2026).Bagi Saras, konten tersebut menjadi semacam oase di tengah gempuran informasi yang melelahkan.“Misalnya lagi capek kerja atau lagi bad mood, nonton konten hewan bisa bikin lebih santai. Walaupun cuma sebentar, tapi efeknya lumayan buat memperbaiki mood,” katanya.Meski banyak jenis hewan muncul di beranda, kucing tetap menjadi primadona bagi Saras. Ia merasa lebih terhubung karena memiliki pengalaman serupa di rumah.“Soalnya tingkahnya unpredictable, kadang jutek tapi tiba-tiba manja, jadi lucu aja dilihat. Selain itu juga karena saya punya kucing di rumah, jadi lebih relate,” jelas Saras.Namun, seiring makin komersialnya akun-akun hewan besar, Saras mulai membedakan konten yang terasa alami dan yang dibuat secara berlebihan demi angka kunjungan."Yang kayak keseharian gitu justru lebih menarik daripada yang terlalu di-setting. Kalau terlalu dibuat-buat kadang malah terasa kurang seru,” ungkapnya.
Sebagai pengganti karena alergi

Dok. Anisa Dwi Neng Molen kucing selebriti dengan nama akun @nengmolencantikSementara itu, bagi Shafa (25), konten hewan peliharaan menjadi pengganti atas keinginan yang tak bisa terpenuhi. Ia mengaku hampir setiap hari mengonsumsi konten hewan di TikTok dan Instagram karena algoritma terus menampilkan video serupa di berandanya.Ketertarikannya pada konten hewan, khususnya kucing dan anjing, tidak lepas dari sisi emosional yang ditawarkan.“Misalnya kucing yang dekat sama pemiliknya, atau anjing yang terkenal setia,” katanya melalui pesan WhatsApp.