2026-06-09 HaiPress



JAKARTA, iDoPress - Suara roda kereta yang bergesekan dengan rel mendadak memecah percakapan para pengunjung.
Dalam hitungan detik, hampir semua kepala menoleh ke arah lintasan.
Kereta melintas hanya beberapa meter dari area warung, membawa semburan angin dan bunyi gemuruh yang menguasai suasana.
Begitulah sensasi yang ditawarkan Pancong Yaya, warung pancong legendaris yang berdiri di Jalan Menteng Sukabumi Gang 1, Jakarta Pusat.
Pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, suasana warung masih relatif lengang. Beberapa pelanggan datang silih berganti.
Ada yang memilih makan di tempat, ada pula yang membungkus pesanannya untuk dibawa pulang.
Selama berada di lokasi, iDoPress mencicipi sejumlah menu yang menjadi andalan Pancong Yaya, mulai dari pancong keju, pancong pandan, pancong es krim hingga pisang bakar cokelat keju.

iDoPress/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Sejumlah pengunjung duduk berjejer di area lesehan Warung Pancong Yaya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Sebelum pesanan dibuat, pelanggan dapat memilih tingkat kematangan dari kuliner khas Betawi ini.
Selain matang sempurna, tersedia pula pilihan setengah matang yang membuat bagian tengah pancong tetap lembut dan sedikit lumer.
Pancong keju hadir dengan tampilan sederhana.
Adonannya dipanggang dalam cetakan panjang sebelum dipotong menjadi beberapa bagian.
Lapisan luar terasa sedikit renyah, sementara bagian dalamnya lembut dengan rongga-rongga khas pancong.
Taburan keju parut yang melimpah dipadukan dengan susu kental manis menciptakan rasa gurih dan manis yang seimbang.
Aroma kelapa dari adonan masih terasa kuat dan menjadi ciri khas yang membedakannya dari camilan modern lainnya.

iDoPress/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Penampakan kue pancong legendaris bertekstur setengah matang (lumer) siap saji di Warung Pancong Yaya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026)
Sementara itu, pancong pandan menawarkan karakter berbeda.
Warna hijaunya langsung menarik perhatian. Aroma pandan cukup kuat tanpa terasa berlebihan.
Teksturnya lembut dengan rasa manis yang ringan sehingga karakter kelapa tetap mendominasi.
Menu yang paling mencuri perhatian adalah pancong es krim.
Potongan pancong hangat disajikan bersama beberapa scoop es krim.
Saat disantap, es krim yang mulai meleleh meresap ke dalam pori-pori pancong, menciptakan perpaduan suhu dingin dan hangat dalam satu gigitan.
Tak hanya pancong, tersedia pula menu pendamping seperti pisang bakar, roti bakar, mi instan, mi nyemek, seblak, nasi telur, omlet, hingga kentang goreng.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, mulai sekitar Rp 4.000 hingga Rp 30.000.
Namun, daya tarik utama tempat ini tetap berada di luar piring saji.
Setiap kali kereta melintas, suara gemuruh terdengar jelas hingga ke area lesehan.
Getarannya terasa ringan pada lantai dan bangku tempat pengunjung duduk.
Menjelang sore, jumlah pengunjung mulai bertambah.