2026-08-07 HaiPress

JAKARTA, iDoPress – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai temuan ratusan senjata, narkotika, dan barang lainnya di sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, merupakan contoh yang sangat buruk bagi dunia pendidikan.
Menurut Pramono, meski pihak yang diduga terkait telah dipecat dari yayasan, peristiwa tersebut tetap mencoreng lingkungan pendidikan.
"Yayasan ini benar-benar memberikan contoh yang tidak baik, walaupun yang bersangkutan sudah dipecat dari yayasan yang ada," ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Ia menegaskan, keberadaan ratusan senjata dan barang terlarang di lingkungan sekolah tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
"Apa yang terjadi di sekolah swasta di Kebayoran Lama, yang ditemukan sangat mengejutkan. Senjata jumlahnya kurang lebih 995, kemudian ada narkoba, dan juga ada hal-hal lain. Pertanyaan apakah itu boleh, jawabannya singkat aja: sangat tidak boleh," tegas dia.
Pramono mengatakan, penanganan kasus tersebut kini sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
Seluruh barang bukti telah diamankan dan kasusnya sedang diproses oleh Polda Metro Jaya.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan dan meminta aparat menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.
"Tetapi mengenai apa yang harus dilakukan, maka karena sudah ditangani aparat penegak hukum, dan sudah turun di lapangan, dan sudah melihat bukti-bukti yang ada, dan sekarang sudah dibawa ke Polda Metro Jaya, maka Pemerintah DKI memberikan support sepenuhnya untuk diambil tindakan yang setegas-tegasnya untuk persoalan ini," tambah Pramono.
Sebagai informasi, sebanyak 995 air soft gun ditemukan di salah satu ruangan sekolah swasta di Kebayoran Lama pada Jumat (10/7/2026).
Sekitar sebulan kemudian, polisi kembali menemukan satu kotak kaset VCD porno, narkotika jenis sabu dan ganja, serta beberapa senjata laras panjang di lokasi yang sama.
Pihak yayasan menduga seluruh barang tersebut merupakan milik mantan ketua yayasan berinisial IWD yang diberhentikan pada April 2026.
Sementara itu, IWD mengklaim hanya menyimpan 995 air soft gun di sekolah untuk rencana pembentukan ekstrakurikuler menembak.
Kuasa hukumnya juga menduga senjata-senjata lainnya sengaja diletakkan di ruangan milik IWD sebagai bentuk rekayasa.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut dan belum mengungkap secara rinci jenis serta status seluruh senjata yang disita dari sekolah itu.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang