Hubungi kami

Istana Ogah Komentari Makalah MBG yang Catut Nama Prabowo

2026-08-07 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pihaknya tidak akan berkomentar perihal makalah ilmiah setebal 69 halaman terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjadi kandidat nobel perdamaian.

Prasetyo menyebutkan, pemerintah hanya akan bekerja sebaik-baiknya untuk MBG.

"Gimana ya? Yah, kita yang tidak ingin mengomentari itu. Kita mau bekerja sebaik-baiknya untuk supaya pelaksanaan MBG itu dapat berjalan sebagaimana yang seharusnya," ujar Prasetyo di Istana, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Prasetyo mengatakan, pemerintah bakal fokus melaksanakan MBG demi mengatasi stunting.

"Terutama dalam hal untuk kita ingin mengatasi masalah stunting. Jadi kita enggak mau mengomentari," imbuhnya.

Adapun makalah tersebut berjudul "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency". Makalah itu mencatut nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu author.

Selain itu, makalah turut melampirkan surat dari Kemendagri dengan nomor ND/KIE/001/I/2026.

Makalah MBG catut Prabowo

Sebagai informasi, sebuah makalah yang berisi tentang program MBG dan disebut-sebut akan diajukan sebagai kandidat nobel perdamaian viral di media sosial.

Salah satu yang mengunggah penggalan makalah di X adalah @Txtdariugm.

"Nemu paper salah satu author-nya @prabowo paper-nya sebagai ajuan Program MBG untuk diajukan dalam Nobel Perdamaian 2026," cuit akun tersebut.

Berdasarkan penelusuran iDoPress, makalah tersebut masih terdaftar dalam ssrn.com, sebuah website platform repositori digital berbasis data akademik.

Penulis disebut beragam, salah satunya adalah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sedangkan ada dosen dari lima kampus yang disebut turut terlibat di dalamnya.

Para dosen itu adalah Dian Damayanti, Cicih Ratnasih, Mansuri, dan Sugyanto Saleh dari Universitas Borobodur.

Iwan dan Ninuk Lustyantie dari Universitas Negeri Jakarta, Ashar Sunarso dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Gimbal Doloksaribu dari Universitas 17 Agustus 1945, dan Norhidayah Azman dari Management and Science University (MSU)

Makalah tersebut menjelaskan, Program MBG yang digagas oleh Badan Gizi Nasional merupakan upaya strategis untuk memadukan kesejahteraan sosial dengan model bisnis cerdas.

Program ini disebut memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Studi tersebut menggunakan metodologi kualitatif yang didukung oleh pendekatan Action Design Research (ADR), yang memungkinkan penyempurnaan secara iteratif melalui wawancara pemangku kepentingan, diskusi kelompok terarah, dan analisis dokumen kebijakan.

"Program ini menunjukkan bagaimana intervensi sosial dapat dirancang tidak hanya untuk mengatasi ketimpangan gizi, tetapi juga untuk menciptakan peluang ekonomi dengan melibatkan usaha kecil dan menengah (UKM), produsen lokal, dan rantai pasok berbasis teknologi," tulis abstrak makalah tersebut.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Huaxin    Hubungi kami SiteMap