Hubungi kami

Diantar Hujan Menuju Jagoi Babang di Ujung Indonesia

2026-08-17 HaiPress

BENGKAYANG, iDoPress - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang akan menjadi salah satu titik penyelenggaraan upacara HUT ke-81 Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026).

Untuk mencapai perbatasan Indonesia dan Malaysia di ujung utara Kalimantan Barat, iDoPress menempuh perjalanan darat dari Pontianak selama kurang lebih delapan jam.

Normalnya, perjalanan bisa ditempuh dalam kurun waktu enam jam dari Bandara Supadio, Pontianak.

Namun, hujan disertai angin kencang di Landak pada Sabtu (15/8/2026) malam membuat perjalanan diperlambat.

iDoPress memulai perjalanan dari Bandara Supadio menggunakan mobil bersama tim dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Permukaan jalan yang dilalui sudah relatif mulus, tanpa lubang besar yang menghambat perjalanan.

Sesekali terlihat aksesori perayaan HUT RI yang dijajakan di pinggir jalan.

iDoPress/HANIFAH SALSABILA Lanskap alam dalam perjalanan menuju Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat pada Sabtu (15/8/2026).

Arus lalu lintas juga masih cenderung ramai lancar, tanpa kemacetan yang signifikan.

Di pinggir jalan banyak tersebar pedagang yang menjual buah langsat, meski sudah memasuki musim durian.

Meninggalkan Pontianak dengan jalan yang cukup lebar, mobil pun masuk ke wilayah Mempawah, menyusuri jalan yang lebih kecil untuk dua arah.

Pemandangan yang semula berupa bangunan pertokoan berganti dengan rumah kecil dan lahan kosong yang ditumbuhi tanaman liar dan pohon-pohon.

Sesekali tampak bangunan bertingkat di tengah lapangan yang difungsikan sebagai sarang walet. Suara kicauannya beradu dengan deru mesin yang melintas di jalan.

Lanskap alam silih berganti, mulai dari pohon kelapa di pinggir laut, kebun sawit, hingga hamparan sawah dengan latar belakang gunung.

Melintasi pepohonan hangus dan hujan

Beberapa pohon di lahan tampak sudah hangus. Di depannya terpasang spanduk berisi peringatan tentang hukuman pembakaran hutan dan lahan.

Menurut warga lokal yang mendampingi iDoPress, lahan tersebut memang sengaja dibakar untuk berladang menanam tumbuhan baru. Hanya saja, tanah gambut di bawahnya membuat api bertahan cukup lama di masa El Nino ini.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Jaringan Pendidikan Huaxin    Hubungi kami SiteMap